Analisa Risiko Karies dengan Media Software Kariogram dan Irene Donut’s

Kamis, 01 Oktober 2020

 

1.  Kariogram

Kariogram pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh Dr. Bratthal untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang karies sebagai penyakit multi-faktorial. Kariogram merupakan sebuah program perangkat lunak komputer yang bertujuan untuk menunjukkan latar belakang multi-faktorial karies gigi dengan menggambarkan interaksi yang berhubungan dengan sepuluh factor karies. Faktor risiko karies yang terdapat pada kariogram :

1.Pengalaman karies, dihitung menggunakan indeks DMF-T.

Skor

Keterangan

0 =  tidak ada karies dan tidak ada  tambalan

Benar-benar bebas karies, tidak ada tambalan, tidak ada lubang atau gigi hilang karena karies.

1 =  lebih baik dari biasanya

Status lebih baik daripada normal, pada kelompok usia tersebut.

2 = normal untuk kelompok usia

Status normal pada kelompok usia.

3 = lebih buruk dari biasanya

Status lebih buruk daripada normal pada kelompok usia, atau beberapa lesi karies baru

1 tahun terakhir.

Pada pemeriksaan klinis, jumlah gigi berlubang, tambalan dan gigi yang hilang harus dicatat. Adanya lubang gigi dan tambalan, prevalensi karies adalah faktor penting untuk menggambarkan keseimbangan antara faktor resistensi dan faktor pemicu karies di masa lalu, maupun saat ini. Jika prevalensi karies tinggi, diartikan bahwa pasien rentan terhadap penyakit selama jangka waktu yang lalu (D. Bratthall, Sweden, 2004).

2.Penyakit/ kondisi yang berhubungan dengan karies gigi, yaitu penyakit mulut kering dan penyakit gula.

Skor

Keterangan

0 = tidak ada penyakit

Tidak ada tanda-tanda penyakit umum yang mempengaruhi terjadinya karies gigi, pasien sehat.

1 = penyakit/kondisi derajat ringan

Penyakit umum yang secara tidak langsung memengaruhi karies gigi, atau kondisi lain yang berkontribusi terhadap risiko karies tinggi, mis. Mata rabun, ketidakmampuan

bergerak.

2 = derajat berat, sudah lama diderita

 

Pasien terbaring ditempat tidur atau membutuhkan obat terus menerus, misalnya

mempengaruhi sekresi saliva

Beberapa penyakit atau kondisi umum dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya karies gigi, baik melalui mempengaruhi pembentukan dan komposisi saliva, melalui pola makan atau obat-obatan memicu terjadinya karies. Penyakit atau kondisi pada anak usia dini mempengaruhi pembentukan enamel (D. Bratthall, Sweden, 2004).

3.Kandungan makanan yang mengandung karbohidrat yang dibedakan atas tingkat rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

Skor

Keterangan

0 = fermentasi karbohidrat sangat rendah

Fermentasi karbohidrat sangat rendah, diet sangat baik dari sudut pandang karies gigi. Gula atau karbohidrat lain yang menstimulasi

terjadinya karies sangat rendah.

1 = fermentasi karbohidrat rendah, diet non-kariogenik

Fermentasi karbohidrat rendah, diet non-kariogenik, diet yang tepat dari perspektif karies. Gula atau karbohidrat lainnya yang menstimulasi terjadinya karies pada

tingkat rendah.

2 = kandungan fermentasi karbohidrat sedang

 

Fermentasi karbohidrat sedang.  Diet dengan kandungan gula yang relative tinggi atau karbohidrat lainnya yang menstimulasi

 

3 = asupan karbohidrat yang difermentasikan

tinggi,

Diet yang tidak baik dari perspektif karies. Asupan gula yang tinggi atau karbohidrat lainnya yang menstimulasi terjadinya karies.

 

Diet berperan dalam mengembangan karies gigi, dan korelasi antara konsumsi karbohidrat dan karies, beberapa penelitian menunjukan, terutama tindakan pencegahan program fluor tidak ada yang efektif. Karbohidrat termasuk asupan gula (terutama sukrosa, glukosa, fruktosa) dan tepung yang dimasak, dengan cepat mudah hancur oleh amylase saliva menjadi gula (glukosa, maltosa dan maltotriosa). Dengan demikian, sebagian besar makanan sangat berpotensi bersifat kariogenik (D. Bratthall, Sweden, 2004).

4.Frekuensi makan, untuk mengetahui frekuensi makan per hari.

Skor

Keterangan

0 = maksimal 3 kali  makan per hari (termasuk snack)

Frekuensi asupan diet sangat  rendah, maksimal tiga kali per 24 jam.

1 = maksimal 5 kali makan per hari

 

Frekuensi asupan diet rendah, maksimal lima kali  per 24 jam.

2 = maksimal 7 kali makan per hari

Frekuensi asupan diet tinggi, maksimal tujuh kali per 24  jam.

3 = lebih dari 7 kali

makan per hari

Frekuensi asupan diet sangat

tinggi, rata-rata lebih dari tujuh kali per 24 jam

Frekuensi asupan karbohidrat adalah salah satu  faktor utama dalam memperkirakan risiko karies. Bahkan snack ringan – biskuit atau makanan manis- berkontribusi menimbulkan produksi asam. Namun snack bebas gula (aman untuk gigi), atau air, tidak perlu dipertimbangkan (D. Bratthall, Sweden, 2004).

5.Skor plak, untuk mengetahui kebersihan gigi dengan menggunakan Indeks Plak.

Skor

Keterangan

0 = kebersihan rongga mulut sangat baik, indeks plak, PI <0,4

Tidak ada plak, semua permukaan gigi sangat bersih. Pasien sadar akan kebersihan mulut, menggunakan sikat gigi dan

membersihkan antar gigi.

1 = kebersihan rongga mulut baik, PI=0,4-1,0

 

Film plak yang menempel pada free margin gingiva dan area gigi yang berdekatan. Plak dapat terlihat setelah penerapan larutan disclosing solution atau dengan menggunakan probe pada

permukaan gigi.

2 = kebersihan rongga mulut kurang baik,  PI=1,1-2,0

Akumulasi lapisan lunak sedang, dapat dilihat oleh mata telanjang.

3 = kebersihan ronga mulut buruk, PI>2,0

 

Melimpahnya materi lunak dalam saku gusi dan/atau pada gigi dan margin gingiva. Pasien tidak tertarik untuk membersihkan gigi atau kesulitan dalam membersihkan.

Plak adalah faktor etiologis langsung dan penting bagi karies (dan periodontitis). Indeks yang berbeda dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah plak, misalnya, untuk memperlihatkan persentase seberapa banyak permukaan yang terpengaruh (D. Bratthall, Sweden, 2004).

6.Streptokokus mutans, untuk mengetahui banyaknya jumlah bakteri Streptokokus mutans pada permukaan gigi.


7.Program fluor, untuk mengetahui frekuensi dan bentuk pemakaian fluoride.

Skor

Keterangan

0 = meneriman program fluor secara maksimal

Pasta gigi berfluor plus tindakan tambahan fluor secara terus menerus – tablet atau pengolesan varnish. Program fluor maksimal.

1 = tindakan program fluor tambahan tidak rutin

 

Pasta gigi berfluor plus beberapa tindakan tambahan

– tablet atau pengolesan

varnish tidak rutin

2 = hanya pasta gigi

berfluor

Hanya pasta gigi berfluor,

tanpa suplemen.

3 = menghindari fluor, tidak ada fluor

 

Menghindari fluor, tidak menggunakan pasta gigi berfluor atau tindakan fluor

lainnya

            Fluor adalah faktor yang sangat kuat menstimulasi resistensi terhadap karies dan penting untuk remineralisasi lesi karies dini (D. Bratthall, Sweden, 2004).

8.Sekresi saliva, untuk mengetahui rata-rata jumlah sekresi saliva yang dikeluarkan dalam jangka waktu 1 menit tanpa stimulasi, dibedakan atas tingkat normal, rendah, lebih rendah, dan sangat rendah.

Skor

Keterangan

0 = sekresi saliva normal

Sekresi saliva normal lebih

dari 1,1 ml stimulasi saliva per menit.

1 = rendah, 0,9 – 1.1 ml stimulasi saliva/menit

 

Rendah, dari 0,9 hingga

1,1 ml stimulasi saliva per menit .

2 = rendah, 0,5 – 0,9 ml saliva/menit

 

Rendah, dari 0,5 hingga 0,9 stimulasi saliva per

Menit.

3 = sangat rendah, xerostomia, <0,5 ml saliva/menit

 

Sekresi saliva sangat rendah, rongga mulut kering, saliva kurang dari

0,5 ml per menit.

Estimasi laju aliran saliva (jumlah saliva) dapat dilakukan di klinik menggunakan metode sederhana. Gejala subjektif dari pasien berupa mulut kering, kekurangan air liur, dan volume air liur tidak selalu benar, dan metode tes yang obyektif sangat direkomendasikan (D. Bratthall, Sweden, 2004).

9. Kapasitas buffer, untuk mengetahui asam, basa dan netralnya saliva dalam rongga mulut yang diukur dengan  universal pH indicator paper  lalu  dibandingkan   dengan   indicator warna pada indicator universal.

Skor

Keterangan

0 = cukup, dentobuff

biru

Normal atau kapasitas

buffer baik, pH saliva ≥6.0

1 = kurang, dentobuff

hijau

Kapasitas buffer kurang

baik, pH saliva 4,5-5,5

2 = rendah, dentobuff

kuning

Kapasitas buffer rendah,

pH saliva ≤4.0

Saliva memiliki beberapa fungsi penting untuk melindungi gigi maupun permukaan mukosa rongga mulut. Terutama membersihkan sisa-sisa makanan, gula dan kondisi asam dalam rongga mulut sangat penting agar terlindung dari karies gigi (D. Bratthall, Sweden, 2004).

10.Penilaian  klinik,   merupakan penilaian  dalam   memprediksi  karies secara  langsung   oleh peneliti.

      Opini pemeriksaan gigi “perasaan klinis”

Skor

Keterangan

0 = lebih positif daripada yang ditunjukan kariogram berdasarkan skor yang dimasukkan

Kesan total dari situasi karies, termasuk factor-faktor social, memberikan pandangan yang positif, lebih positif daripada yang tampak pada kariogram. Pemeriksa ingin membuat sektor hijau lebih besar, yaitu meningkatkan “peluang untuk

menghindari karies‟ bagi pasien.

1 = Normal setting risiko sesuai dengan nilai-nilai lain yang dimasukkan

 

Kesan total dari situasi karies, termasuk faktor social, memberikan pandangan, sejalan dengan apa yang ditunjukkan oleh tes dan faktor lainnya yang terlihat untuk menunjukan dan menunjukkan terhadap risiko karies yang sama seperti dalam kariogram. Pemeriksa tidak memiliki alasan untuk mengubah evaluasi program tersebut.

2 = lebih buruk daripada yang ditunjukan kariogram berdasarkan skor yang dimasukkan

 

kesan total dari situasi karies, termasuk faktor social, menunjukan kearah peningkatan risiko karies. Kurang baik dibandingkan dengan yang ditunjukan oleh tes dan faktor lainnya. Pemeriksa ingin membuat sektor hijau lebih kecil, yaitu mengurangi “peluang

untuk menghindari karies‟

3 = risiko karies sangat tinggi, pemeriksa yakin bahwa karies akan berkembang, terlepas dari apa yang ditunjukan kariogram berdasarkan skor yang dimasukkan.

 

Kesan total dari situasi karies, termasuk faktor social, sangat buruk. Pemeriksa sangat yakin bahwa karies akan terjadi pada tahun yang akan datang dan ingin sektor hijau minimal, terlepas dari hasil kariogram. Pemeriksa mengesampingkan program perkiraan tersebut.

Faktor ini adalah berbeda prinsip dari faktor-faktor yang lain. Faktor ini memberikan kesempatan bagi pemeriksa untuk mengungkapkan “clinical feeling‟, jika pendapat berbeda dari perkiraan tersebut (D. Bratthall, Sweden, 2004).

Kariogram memiliki beberapa tujuan, yaitu menggambarkan hubungan karies dengan beberapa faktor, mengilustrasikan pencegahan karies, menunjukkan grafik risiko karies, merekomendasikan upaya pencegahan, sehingga dapat digunakan di klinik, dan dimasukkan sebagai program pendidikan.

Bentuk   kariogram  ialah sebuah  diagram   lingkaran  yang  dibagi  menjadi   lima   bagian  dalam beberapa warna yang berbeda, yaitu merah, biru muda, kuning, hijau, biru tua yang mengindikasikan kelompok faktor yang berbeda-beda yang berhubungan dengan karies gigi.

a)    Area merah : menunjukkan sektor bakteri berdasarkan kombinasi antara skor plak dan Streptococcus mutans.

b)      Area biru muda : menunjukkan kerentanan karies berdasarkan kombinasi   dari program  fluoride,  sekresi saliva, dan kapasitas buffer saliva.

c)  Area kuning : menunjukkan faktor keadaan  berdasarkan kombinasi pengalaman karies masa  lalu  dan  penyakit yang berhubungan.

d)    Area  hijau : menunjukkan  sebuah perkiraan mengenai kemungkinan karies untuk menghindari timbulnya kavitas baru.

e)    Area biru tua : menunjukkan diet berdasarkan kombinasi kandungan makanan dan frekuensi diet.

Untuk membuat sebuah kariogram diawali dengan mengisi identitas yang meliputi nama, nomor, tanggal, dan pemeriksa. Informasi rincian data pasien yang telah dimasukkan akan muncul di sudut kiri layar. Kemudian mengatur pengaturan untuk “Negara/Daerah”, faktor resiko karies pada setiap   negara   berbeda-beda,   tergantung  pada   latar   belakang  negara   tersebut.   Terdapat   beberapa pilihan,   yaitu   standar,   resiko   rendah,   dan   resiko   tinggi.   Selanjutnya   mengatur   pengaturan “Kelompok”, hal ini karena seseorang mungkin dikategorikan dalam kelompok resiko yang lebih tinggi atau lebih rendah. Contoh: pasien lanjut usia dengan permukaan akar gigi yang terbuka. Langkah berikutnya   yaitu memberi skor (0-3) sesuai dengan kriteria pasien pada kotak kosong dengan mengklik tanda panah ke atas atau ke bawah, sedikitnya tujuh dari sepuluh parameter yang ada.

Perangkat lunak kariogram dapat memberikan interpretasi umum dan beberapa tindakan yang perlu dilakukan dengan memilih ikon ‘Rekomendasi secara umum‘, setelah hasil kariogram dari data-data yang dimasukkan muncul. Rekomendasi yang ditampilkan tergantung pada skor yang dihasilkan dari skor kategori kariogram.

Kategori resiko karies berdasarkan hasil kariogram:

· Resiko karies rendah : area berwarna hijau (peluang untuk menghindari karies baru) >80%.

· Resiko karies sedang : area berwarna hijau (peluang untuk menghindari karies baru) 20% - 80%.

· Resiko karies tinggi : area berwarna hijau (peluang untuk menghindari karies baru)   < 20%.

 

Kelebihan dan kelemahan kariogram

  Kariogram memiliki beberapa kelebihan diantara ialah sebagai berikut :

·      Menggambarkan interaksi faktor-faktor terkait karies.

·      Menggambarkan peluang untuk menghindari karies.

·      Mengungkapkan risiko karies secara grafis.

·      Merekomendasikan tindakan pencegahan yang ditargetkan.

·      Dapat digunakan diklinik.

·      Dapat digunakan sebagai program pendidikan.

      Kekurangan dari program ini ialah tidak dapat menggantikan penilaian risiko karies secara pribadi dan professional yang dibuat oleh pemeriksa. Namun, program ini dapat memberikan petunjuk berharga dan bahkan dapat berfungsi sebagai dasar untuk diskusi dengan pasien mengenai berbagai faktor risiko dan strategi pencegahan. Dengan kata lain, itu tidak mengambil alih penilaian atau tanggung jawab pemeriksa, tetapi dapat berfungsi sebagai alat yang berharga dalam pengambilan keputusan klinis (D. Bratthall, Sweden, 2004).

2.  Irene Donut’s

Software (perangkat lunak/program) komputer Irene Donut’s merupakan software yang dibuat berdasarkan penelitian Disertasi S3 Dr. drg. Irene Adyatmaka yang melibatkan 2.568 murid TK dan orang tuanya.

Irene’s Donuts merupakan program interaktif dalam bentuk program komputer/ versi manual yang memberikan pemahaman tentang faktor risiko karies sejak dini sehingga pencegahan lebih awal penting dilakukan melalui peran serta orang tua.

 Dengan mengisi faktor-faktor risiko terkait perilaku anak, kondisi kesehatan gigi anak, kondisi/lingkungan ibu dan anak, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu (orang tua anak), maka program akan menampilkan gambaran besar risiko anak terhadap kemungkinan karies gigi. Program juga akan menawarkan “menu” apa yang dapat dilakukan orang tua anak/anak untuk mengurangi risiko karies, dan dapat dibawa sebagai pegangan untuk tindak lanjut dirumah.

Tujuan dengan adanya program ini adalah :

a)    Memberikan pemahaman tentang faktor-faktor  risiko karies sejak dini.

b)    Memberikan pemahaman tentang cara mencegah karies gigi.

c)    Memberikan gambar visual besar risiko karies yang dihadapi dan kemungkinan perbaikannya.

d)    Memberdayakan orang tua anak (masyarakat sekolah) untuk pemeliharaan kesehatan gigi anak.

Indikasi

1.    Untuk dipresentasikan kepada orang tua murid TK/SD kelas 1 pada awal pelajaran baru sebagai pengenalan program UKGS Inovatif.

2.    Untuk menggerakkan peran serta orang tua murid secara individual (atau kelompok 5 orang) pada anak dengan kondisi karies parah (misalnya 5% dari kondisi anak terparah 25 atau dengan ketentuan anak tersebut gigi tetapnya telah ada yang karies atau anak tersebut mempunyai karies gigi susu lebih dari 8 gigi). Pada dasarnya peran orang tua terhadap kesehatan gigi anaknya seusia TK / SD kelas I sangat menentukan ( Kementrian KesehatanRI, 2012).

Selain tujuan yang disebutkan di atas, program ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan gigi pada anak yang mungkin muncul dikarenakan perilaku anak dan terutama perilaku orang tua dari sang anak tersebut. Beberapa pertanyaan terdapat bersedia atau tidaknya sikap orang tua siswa untuk berubah agar dapat menuju gigi dan mulut yang sehat. Setelah pengisian kuisioner, akan didapatkan diagram risiko terjadinya karies kemudian dilakukan intervensi berupa penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah terjadinya karies.

Penyuluhan sebagai proses pendidikan tidak mengajarkan ketergantungan, tetapi harus mampu mengembangkan kemandirian. Penyuluhan dengan metode Irene’s Donuts ini dapat mengarahkan kepada orang tua untuk mendidik anaknya melakukan kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi sejak dini yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut di kemudian hari.

Dalam software Irene Donut’s ini ditampilkan 17 pertanyaan faktor risiko gigi berlubang pada anak yang akan dijawab orang tua. Dari hasil jawaban, akan keluar perkiraan besarnya risiko gigi berlubang pada anak itu. Orang tua pun menjadi tahu bahwa perlakuan tertentu pada anak mereka akan menyebabkan besarnya risiko gigi berlubang pada anak. Kemudian orang tua diminta berkomitmen untuk hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mencegah gigi berlubang pada anak di masa yang akan datang. Hasilnya, dari perangkat lunak akan terlihat perkiraan baru risiko gigi berlubang pada anak-anak.

Langkah-langkah menggunakan aplikasi Irene Donut’s :

1.  Menyiapkan instrument simulator risiko karies.

a)    Flipchart Simulator Risiko Karies “Donut Irene” versi manual / versi komputer.

b)    Formulir / status pemeriksaan kesehatan gigi anak.

c)    Lembar kerja / rapor gigi.

d)    Set pemeriksaan pH biofilm.

e)    Basic Instrument

f)     Mixing Slab

2.    Menyiapkan simulator risiko karies dan posisi operator.

a)    Siapkan Instrumen simulator risiko karies / alat tulis.

b)    Ibu dan anak serta operator duduk menghadap komputer / flipchart.

c)    Jalankan program dan lakukan seperti yang diminta program dengan mengisi data yang diperlukan.

*Isi data pemeriksa dan nama sekolah yang akan diperiksa.

d) Mengisi identitas pasien.

      


*Mengisi nama orang tua.

*Mengisi nama anak.

*Mengisi kelas anak.

e)   Mengambil sampel plak untuk diperiksa derajat keasamannya (lihat prosedur dan panduan praktik pemeriksaan biofilm).

      


f)Tanyakan setiap pertanyaan yang ditampilkan di program.

g) Pada saat memeriksa white spot/fissure hitam ajak ibu melihat juga kondisi gigi anaknya.

h) Bila semua telah selesai diisi tunjukkan gambaran tingkat risiko karies.

i) Tawarkan antisipasi (menu) yang dapat dilakukan dan tunjukkan perubahan risiko yang tergambar.

j) Pada hasi wawancara, tunjukkan apa yang harus dilakukan sebagai pekerjaan rumah.

k) Catat / kompilasi hasil isian SRK Donut Irene (factor yang jadi bersamaan, factor yang didapat, besar risiko sebelum dan sesudah antisipasi).

l) Lakukan tindakan surface protection / terapi remineralisasi.

m)Lakukan evaluasi pengisian PR dan analisis keberhasilannya.

n) Lakukan diskusi untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi anaknya.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Fatmasari, Diyah. Quroti, A’yun. Julita, H. 2015. Perangkat Lunak Prediktor Karies Anak Berdasarkan Faktor Anak, Perilaku Ibu, dan UKGS.

2.    Hanum, Nur. A. Hamid, Abu. Ismalayani. 2019. Tingkat Risiko Karies Gigi Permanen Anak-Anak Taman Kanak-Kanan di Kota Palembang di Masa Datang. Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang.

3.    Nagaraj A, Vishnani P. Cariogram – A Multi-factorial Risk Assessment Software for Risk Prediction of Dental Caries. International Journal of Scientifi c Study. 2014;1(4):58-62.

4.    Organisasi Kesehatan Dunia. (2020). "Constitution of the World Health Organization". BasicDocuments (PDF) (edisi ke-49). Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia. hlm. 1. ISBN 978-92-4-000051-3.

5.    Reca. Penerapan Metode Irene’s Donuts (UKGS Inovatif) dalam Menurunkan Skor Risiko Karies Pada Anak Kelas 1 SDN 3 Kota Banda Aceh. Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh.

6.    Stjernsward, JR. D. Bratthall, G Hansel Petersson. 2004. Cariogam Manual.

Cariogram Internet Version, 2004. https://www.mah.se/upload/FAKULTETER/OD/cariogram%20program%20caries/cariogmanual201net.pdf

7.    Taringan, R.,2013. Karies Gigi. Jakarta: Penerbit Kedokteran EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS