PROPOSAL KEGIATAN
UKBM
(UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT)
RT 13 RW 11 PERUMAHAN P4A PUDAKPAYUNG SEMARANG
Proposal
ini disusun guna untuk memenuhi
praktek lapangan mata kuliah Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat II
Tanggal
Pelaksanaan 28 September – 6 November 2020
Dosen
Pembimbing : Irmanita Wiradona, S. Si. T, M.Kes
Pelaksana :
Seranita Mega Lelie Nusenda
P1337425217034
PRODI
DIV
KEPERAWATAN GIGI
JURUSAN
KEPERAWATAN GIGI
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES
SEMARANG
HALAMAN
PERSETUJUAN
PROPOSAL
KEGIATAN
UKBM
(UPAYA KESEHATAN BERBASIS
MASYARAKAT)
RT
13 RW 11 PERUMAHAN P4A PUDAKPAYUNG SEMARANG
Proposal kegiatan UKBM
ini merupakan bentuk Upaya Penyegaran Kesehatan Berbasis Masyarakat
di RT 13 RW 11 Perumahan p4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang yang dilakukan
pada tanggal 28 September sampai dengan 6 November 2020, proposal ini
disetujui pada :
Hari, tanggal : Jumat,
9 Oktober 2020
Pelaksana : Seranita Mega Lelie Nusenda
NIM : P1337425217034
Semarang, 9 Oktober 2020
|
Pelaksana, Seranita Mega Lelie Nusenda NIM. P1337425217034 |
|
Dosen Pembimbing, Irmanita Wiradona, S. Si. T, M.Kes NIP. |
|
Mengetahui, |
||
|
Ketua Prodi DIV
JurusanKeperawatan Gigi Salikun, S.Pd, M.Kes NIP. 196204061988031002 |
|
Koordinator
Kemahasiswaan DIV
Jurusan Keperawatan Gigi Sukini. S. Si. T, M.Kes NIP. |
|
Menyetujui, |
||
|
|
|
Ketua Jurusan Jurusan Keperawatan Gigi Tri
Wiyatini, S.KM.,M.Kes (Epid) NIP.197001051991012001 |
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi langsung dalam masyarakat. Kegiatan ini dilakukan guna memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengabdikan ilmu-ilmu yang telah di peroleh dari kampus selama pembelajaran berlangsung. Praktek kerja lapangan ini dipandang perlu karena melihat perkembangan dan pertumbuhan masyarakat terutama mengenai kesehatan gigi dan mulut yang semakin meningkat.
Dengan adanya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) diharapkan dapat berperan bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan pembangunan dibidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Permasalahan kesehatan gigi yang terjadi di masyarakat yaitu angka karies 45,3 % hasil riskesdas 2018 (Kemenkes RI, 2018). Kondisi tersebut menjunjukkan kualitas status kesehatan gigi yang masih rendah dan perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan baik dengan menyikat gigi pada saat yang tepat atau pola hidup sehat di bidang kesehatan gigi, ataupun dengan cara pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pengembangan usaha bersumber
daya masyarakat (UKBM). Pemberdayaan masyarakat
merupakan unsure penting yang tidak bisa diabaikan. Pemberdayaan kesehatan di
bidang kesehatan merupakan sasaran utama dari promosi kesehatan. Upaya
strategis dalam melibatkan peran serta aktif masyarakat dengan mempersiapkan
masyarakat RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang menjadi
penggerak hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat
disekitarnya.
Masyarakat yang di tentukan menjadi penggerak
hidup bersih dan sehat hendaknya memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang
cukup agar dapat berperan sesuai yang diharapkan. Untuk mencapai hasil yang
optimal perlu dilakukan pelatihan di lingkungan masyarakat RT 13 RW 11
Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.
Berdasarkan
latar belakang tersebut, keberadaan tenaga kesehatan khususnya kesehatan gigi
dan mulut dari Poltekkes Semarang yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) ingin melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan
dalam sebuah kegiatan praktik lapangan “Pelatihan
Kader Kesehatan Gigi dan Mulut dan Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat” di RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik,
Semarang yang diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat dan
pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut di RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik,
Semarang dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut
yang optimal.
B. MASALAH
1. Data Masalah
a. Data Umum
Kelurahan
Pudakpayung saat ini dipimpin oleh Bapak Ganefo Sodri Anwar, SH dengan luas
wilayahnya yaitu 392.932 km2. Jumlah penduduk untuk laki-laki ada11.479 jiwa,
perempuan 11.601 jiwa, usia 0-15 tahun ada 6.366 jiwa, usia 16-65 tahun 12.481
jiwa dan usia 65 ke atas ada 4.243 jiwa. Kelurahan Pudakpayung ini terdiri dari
16 RW dan 138 RT. Kelurahan
Pudakpayung merupakan daerah yang sedang berada di
zona hijau dimana masyarakatnya nihil akan penyakit (COVID-19), semua protokol seperti memakai
masker ketika keluar rumah, jaga jarak dan menyiapkan alat cuci tangan di depan
rumah sudah dilaksanakan.
Adapun batas – batas wilayah
kelurahan Pudakpayung sebagai berikut :
Sebelah utara : Kelurahan Banyumanik
Sebelah selatan : Kabupaten Semarang
Sebelah barat : Sungai kaligarang
Sebelah timur : Kelurahan Gedawang
b. Data Khusus
Berdasarkan hasil pengambilan data di RT 13 RW 11 Perumahan p4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang yang dilakukan pada hari selasa 9 Oktober 2020, diperoleh data kondisi kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dengan rata-rata nilai OHI-S = 1,34 ( DI = 0,85 dan CI = 0,49 ), DMF-T= 2,3 (D = 2, M = 0, dan F = 0,3), CPITN = 2,8 sextan sehat, dan analisa data dilakukan berdasarkan kuisioner 30 Indikator (pengetahuan, sikap, tindakan) mengenai kesehatan gigi dan mulut. Dapat dijabarkan sebagai berikut :
1) Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S)
|
No |
Keadaan OHI-S |
f |
% |
|
1. |
Baik |
6 |
6% |
|
2. |
Sedang |
4 |
4% |
|
3. |
Buruk |
0 |
0% |
|
Jumlah yang
diperiksa |
10 |
10% |
|
2) Keadaan Kerusakan Gigi Permanen (DMF-T)
|
No |
Keadaan DMF-T |
f |
% |
|
1. |
0 |
0 |
0% |
|
2. |
1 |
1 |
1% |
|
3. |
≥2 |
9 |
0% |
|
Jumlah yang
diperiksa |
10 |
10% |
|
3) Keadaan Jaringan Penyangga Gigi (CPITN)
|
No |
Keadaan CPITN |
f |
% |
|
1. |
Sextan sehat (jaringan penyangga gigi yang
sehat) |
4 |
4% |
|
2. |
Terdapat perubahan warna pada gusi dan jika
ditekan berdarah |
0 |
0% |
|
3. |
Terdapat karang gigi |
6 |
6% |
|
Jumlah yang
diperiksa |
10 |
10% |
|
Keterangan :
0 : Sehat
1 : Ada perdarahan saat di probing
2 : Ada supragingiva / subgingiva kalkulus
4) Hubungan (pengetahuan, sikap, tindakan) terhadap kebersihan gigi dan mulut
|
OHIS |
Jumlah |
||||
|
|
Baik |
Sedang |
Kurang |
||
|
Pengetahuan |
Baik |
0 |
1 |
0 |
1 |
|
Sedang |
5 |
2 |
0 |
7 |
|
|
Kurang |
1 |
1 |
0 |
2 |
|
|
Jumlah |
|
6 |
4 |
0 |
10 |
|
OHIS |
Jumlah |
||||
|
|
Baik |
Sedang |
Kurang |
||
|
Sikap |
Baik |
2 |
1 |
0 |
3 |
|
Sedang |
3 |
1 |
0 |
4 |
|
|
Kurang |
1 |
2 |
0 |
3 |
|
|
Jumlah |
|
6 |
4 |
0 |
10 |
|
OHIS |
Jumlah |
||||
|
|
Baik |
Sedang |
Kurang |
||
|
Tindakan |
Baik |
3 |
0 |
0 |
3 |
|
Sedang |
3 |
2 |
0 |
5 |
|
|
Kurang |
0 |
2 |
0 |
2 |
|
|
Jumlah |
|
6 |
4 |
0 |
10 |
2. Identifikasi Masalah
Dari data hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat di identifikasi masalah sebagai berikut:
a. OHI-S = 1,34 dimana ( DI = 0,85 dan CI = 0,49 ), sedangkan menurut target nasional OHI-S ≤ 1,2 berarti keadaan ini belum memenuhi target nasional dan perlu ditingkatkan lagi.
b. DMF-T = 2,3 dimana ( D = 2, M = 0, dan F = 0,3 ) sedangkan menurut target nasional angka DMF-T ≤ 2 berarti keadaan ini belum memenuhi target nasional dan perlu ditingkatkan lagi sehingga angka PTI dapat naik menjadi 100%.
c. CPITN = 2,8 sextan sehat, keadaan ini telah memenuhi target nasional CPITN > 3 dan perlu ditingkatkan lagi menjadi target optimal yaitu CPITN = 6 sextan sehat.
3. Prioritas Masalah
Berdasarkan data penjaringan, maka didapat prioritas masalah sebagai berikut :
Tabel
penentuan prioritas masalah
(Metode
USG)
|
No |
Masalah |
Nilai |
Jumlah |
Prioritas |
||
|
U |
S |
G |
||||
|
1. |
OHIS |
5 |
4 |
4 |
13 |
I |
|
2. |
DMF-T |
4 |
5 |
3 |
12 |
II |
|
3. |
CPITN |
4 |
3 |
3 |
10 |
III |
Keterangan :
Skor U = 0 - 5 (tidak penting – sangat
penting)
Skor S = 0 - 5 (tidak serius - sangat
serius)
Skor
G = 0 - 5 (tidak berdampak – sangat berdampak
C. TUJUAN
a. Tujuan
umum
Meningkatkan pengetahuan, minat dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut. Sehingga dapat
tercapai perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di wilayah RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik,
Semarang.
b. Tujuan
khusus
- Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan juga perilaku masyarakat
tentang kesehatan gigi dan mulut secara umum.
- Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
jenis-jenis penyakit gigi dan mulut.
- Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara pencegahan
penyakit gigi dan mulut.
- Meningkatkan kemampuan masyarakat tentang
cara menyikat gigi yang baik dan benar.
- Terciptanya kelembagaan upaya
masyarakat dalam bidang kesehatan gigi dan mulut
D. NAMA KEGIATAN
Kegiatan yang akan kami selenggarakan yaitu “Upaya Penyegaran Kesehatan Berbasis Masyarakat di Perumahan P4A Pudakpayung”.
E. SASARAN
KEGIATAN
Sasaran kegiatannya adalah 10 KK ( 1 Dasawisma) dari RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung,
Banyumanik, Semarang.
F. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat ini akan di selenggarakan pada:
Tanggal Pelaksanaan Kegiatan : 28 September
– 6 November 2020
Tempat Pelaksanaan Kegiatan : RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung
G. PENGORGANISASIAN
SUSUNAN PELAKSANA
UKBM
RT 13 RW 11 PERUMAHAN P4A PUDAKPAYUNG, BANYUMANIK,
SEMARANG
Pelindung
Kajur
Jurusan Keperawatan Gigi :
Tri Wiyatini, SKM, M.Kes (Epid)
Ketua Prodi
D-III Keperawatan Gigi : Salikun, S.Pd, M.Kes
Penanggung Jawab
Ketua RT : Dwi Pranyoto
Dosen
Pembimbing :
Irmanita Wiradona, S. Si. T, M.Kes
Pelaksana
Pelaksana :Seranita
Mega Lelie Nusenda (P1337425217034)
BAB II
KEGIATAN
A. KEGIATAN
1.
Pemaparan/MMD
2.
Rencana kegiatan
3.
Kegiatan
a. Melakukan pre
test dan Post Test kepada Masyarakat 1 Dasawisma RT 13 RW 11 Perumahan P4A
Pudakpayung dengan memberikan pertanyaan (kuisioner).
b. Mengajarkan masyarakat
cara menggosok gigi yang baik dan benar.
c. Membimbing
masyarakat untuk mencegah penyakit yang ada di rongga mulut.
d. Penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut oleh mahasiswa.
e. Evaluasi
hasil penyegaran materi kesehatan gigi dan mulut.
4.
Monitoring
5. Evaluasi
hasil kegiatan upaya penyegaran kesehatan berbasis masyrakat.
B. METODE
Metode kegiatan yang dilakukan dalam upaya penyegaran pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung ini menggunakan metode sebagai berikut :
1. Screening (Untuk mendapatkan data tentang penyakit gigi dan mulut).
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Tanya jawab
5. Demonstrasi
6. Simulasi
C. PROSEDUR KEGIATAN
1. Cara pendekatan kepada unsur pengambil keputusan.
Melakukan upaya atau proses dengan menumbuhkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan kader kesehatan gigi dan mulut dalam rangka mengenal, mengatasi, memelihara, melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan dirinya sendiri.
2. Bentuk kegiatan pendekatan kepada unsur pengambil keputusan.
Pemberdayaan
masyarakat adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dan peduli terhadap
kesehatan gigi dan mulut yang muncul di lingkungan sekitar. Sasarannya dapat
berupa masyarakatdan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut
adalah ibu hamil, anak usia prasekolah dan anak sekolah dasar (Depkes RI
2000).Salah satu hasil dari kegiatan ini dapat berwujud upaya kesehatan
bersumber masyarakat (UKBM) yaitu kader kesehatan.
3. Tindak lanjut yang diharapkan setelah pendekatan dilakukan.
Melalui pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan gigi dan mulut ( kader kesehatan ), diharapkan masyarakat mampu mengatasi sendiri masalah kesehatan mereka secara mandiri. Dan juga dapat mencakup kemampuannya untuk memlihara dan melindungi diri dari ancaman kesehatan gigi dan mulut.Selain itu kader juga dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam menangani kesehatan gigi dan mulut dalam upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut yang optimal.
a.) MMD
Berdasarkan
hasil survey didapatkan hasil dari permasalahan yang terjadi, dari hasil
analisa pendataan warga dapat disimpulkan bahwasanya kurangnya kepedulian serta
pengetahuan terhadap resiko mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut.
Untuk
mendapatkan data yang lebih valid diperlukan format pengkajian komunitas yang
disusun dalam bentuk kuesioner/GoogleForm yang kemudian dianalisa untuk
menentukan rencana tindakan yang akan di implementasikan.
Materi : Terlampir
b.) Kegiatan
Waktu Kegiatan :
Peserta MMD : Ketua RT, Perwakilan masyarakat (10KK)
dan calon kader
Tempat :
Conditional
Situasi
Hasil Pendataan Warga RT 13 RW 11 Perumahan p4A Pudakpayung, Banyumanik,
Semarang
Dari hasil rekapitulasi pendataan warga yang sudah
terisi didapatkan hasil skala prioritas :
|
Populasi |
Rekapitulasi
Skala Prioritas |
|
10 KK warga RT
13 RW 11 Perumahan p4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang |
Hasil
pendataan warga: 1. Kurang pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut. 2. Kurang pengetahuan cara pencegahan penyakit gigi dan
mulut. 3. Kurangnya pengetahuan tentang cara menggosok gigi
yang baik dan benar. |
D. ANGGARAN
|
Nama Barang |
Jumlah |
Harga |
Total |
|
Print proposal
kegiatan |
2 buah |
@ Rp
5.000 |
Rp 10.000 |
|
Print materi |
1 buah |
@Rp
13.000 |
Rp 13.000 |
|
Fotokopi
Materi |
10 buah |
@ Rp
9.000 |
Rp 90.000 |
|
Biaya lain-lain |
|
|
Rp.
50.000 |
|
Jumlah
total |
Rp 163.
000 |
||
E. MATRIK KEGIATAN PELAKSANA
Hari, tanggal :
Rabu, 7 Oktober 2020
Tempat : RT 13 RW 11 Perumahan P4A
Pudakpayung, Banyumanik, Semarang
|
No No |
Waktu |
Kegiatan |
Tempat |
Penanggung
jawab |
|
1. |
15.00-16.00 |
Bimbingan
dengan dosen pembimbing |
Via zoom |
Mahasiswa |
|
2. |
18.30-20.00 |
Advokasi warga
(10 kk) dan pendataan |
Rumah warga |
Seranita Mega |
PELAKSANAAN
Tanggal : 8
Oktober – 6 November 2020
Tempat : RT 13
RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang
|
No |
Waktu |
Kegiatan |
Tempat |
Penanggung
jawab |
|
1. |
09.00-Selesai |
Advokasi (RT) |
Rumah Pak RT
13 |
Seranita
Mega Lelie Nusenda |
|
2. |
09.00-Selesai |
Penyampaian
materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang jenis-jenis penyakit gigi
dan mulut (Karies, Periodontitis, Kalkulus) |
Rumah Warga |
|
|
3. |
09.00-Selesai |
Penyampaian
materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang cara-cara pencegahan
penyakit gigi dan mulut. |
Rumah Warga |
|
|
4. |
09.00-Selesai |
Penyampaian
materi kesehatan gigi dan mulut pada warga tentang cara menyikat gigi yang
baik dan benar dan cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. |
Rumah Warga |
|
|
5. |
09.00-Selesai |
Demonstrasi
menggosok gigi |
Rumah Warga |
|
|
6. |
09.00-Selesai |
Diskusi dan
Tanya jawab |
Rumah Warga |
BAB III
PENUTUP
Demikian proposal ini disusun sebagai pedoman
bagi kegiatan Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat. Partisipasi dari berbagai pihak yang dapat mendukung terselenggaranya
kegiatan Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat ini akan bermanfaat untuk meningkatkan
pengetahuan, minat dan peran serta masyarakat di bidang
kesehatan gigi dan mulut. Sehingga dapat tercapai perilaku hidup sehat dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya
di wilayah RT 13 RW 11 Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Kita semua menginginkan dengan sungguh-sungguh,
agar penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan ini dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai rencana. Semoga Tuhan Yang
Maha Esa memberkati langkah-langkah kita. Amin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar